Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sifat Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma`ani dan Ma`nawiyyah

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Dari dua puluh sifat yang wajib memiliki empat kategori,
( 1 ) sifat Nafsiyyah,
( 2 ) sifat Salbiyyah
( 3 ) sifat Ma`ani
( 4 ) sifat Maknawiyyah.
Berikut uraiannya….
-----------------------------------------------------------------------------
A- Sifat Nafsiyyah :
Adalah sifat yang menetetapkan adanya Allah dan menunjukkan kepada ZatNya tanpa ada sesuatu tambahan pada Zat.
Adapun sifat Nafsiyyah adalah sifat WujudNya Allah dengan maksud bahwa wujudnya itu adalah tetap pada ZatNya dan bukan tambahan dari Zat Allah .
-----------------------------------------------------------------------------
B - Sifat Salbiyyah :
Adalah sifat yang menolak segala sifat-sifat yang tidak layak dan patut bagi Allah sebab Allah Maha sempurna dan tidak memiliki kekurangan.
Sifat Salbiyyah ada lima sifat :
1 - Qidam
Sifat Qidam menolak adanya permulaan bagi Allah , mustahil bagi-Nya bermula dengan tidak ada.
 Allah berfirman :
هُوَ ٱلأَوَّلُ وَٱلآخِرُ وَٱلظَّاهِرُ وَٱلْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya : “ Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Lahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Al Hadiid:3)
2 - Baqa`
Sifat Baqa` menolak adanya kesudahan dan kebinasaan Wujud Allah mustahil bagi Allah bersifat Fana` atau binasa.
Allah berfirman :
كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Artinya : ”Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah . Bagi-Nya lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (al-Qashash: 88).
3 - Mukhalafatu Lil Hawadith ( berbeda dengan yang baru )
adalah sifat yang menolak adanya persamaan Zat, Sifat dan Perbuatan Allah dengan Zat, sifat dan perbuatan baru, dengan makna lain Allah tidak seperti makhluknya.
Allah berfirman :
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya : ”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. As-Syura : 11).
4 - Qiyamuhu Bi Nafsih ( Berdiri Allah dengan sendiri-Nya ),
Allah tidak memerlukan bantuan dan pertolongan dari yang lainnya, bahkan Allah berdiri sendiri, tidak memerlukan pencipta sebab Dia Maha Pencipta,
إِنَّ اللهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya : ”Sesungguhnya Allah SWT benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (al-Ankabut : 6).
5 - Wahdaniyyah
Wahdaniyyah ( Esa ), maknanya adalah Allah Esa pada Zat, Esa pada sifat dan Esa pada perbuatan, sifat ini menolak adanya Kam yang lima :
Allah berfirman :
لَوْ كَانَ فِيهِمَا ءَالِهَةٌ إِلاَّ اللهُ لَفَسَدَتَا فَسُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Artinya : “Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah , tentulah keduanya itu Telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ’Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (al-Anbiya’: 22).
-----------------------------------------------------------------------------
C - Sifat Ma`ani :
Adalah sifat yang keberadaannya berdiri pada Zat Allah yang wajib baginya hukum.
Sifat ini terdiri dari tujuh sifat.
1 - Qudrah
Qudrah ( Maha Kuasa ) adalah sifat Kuasa Allah menjadikan dan menghancurkan setiap yang mungkin sesuai dengan Iradah-Nya.
Allah berfirman :
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعْجِزَهُ مِن شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي الأَرْضِ إِنَّهُ كَانَ عَلِيماً قَدِيراً
Artinya : ”Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (al-Fatir: 44).
2 - Iradah
Iradah ( Maha Berkehendak ) adalah Allah menentukan sesuatu yang mungkin dengan sebahagian  yang boleh terhadapnya, seperti Allah menentuka bahwa Zaid pintar dan Ziyad bodoh.
Allah berfirman :
إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَيْءٍ إِذَآ أَرَدْنَاهُ أَن نَّقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Artinya : ” Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: “Kun (jadilah)”, maka jadilah ia.” (an-Nahl: 40).
3 - Ilmu
Ilmu ( Maha Mengetahui ) adalah Allah Mengetahui seluruh sesuatu  yang bersangkut paut dengan sekalian yang wajib, mustahil, dan yang boleh tanpa didahului oleh sesuatu yang menutupi pengetahun-Nya.
Allah berfirman :
وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَآ إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Artinya : “Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]
4 - Hayat
Hayat ( Maha Hidup ) adalah Allah Maha Hidup, dengan adanya sifat Hayat menetapkan dan mengkuatkan adanya sifat Qudrat, Iradat, Ilmu, Sama`, Bashar dan Kalam, hidupnya Allah yang kekal dan abadi.
Allah berfirman :
اللَّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Artinya : ”Allah , tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” (al-Baqarah: 255).
5 - Sama`
Sama` ( Maha Mendengar ) Allah adalah Maha Mendengar dari seluruh yang ada baik suara ataupun selainnya.
Allah berfirman :
قَالَ لاَ تَخَافَآ إِنَّنِي مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَى
Artinya : “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku Maha mendengar dan Maha melihat”. (Thaha: 46).
6 - Bashor
Bashor ( Maha Melihat ) adalah Allah   Maha Melihat segala sesuatu yang ada, baik yang jelas, yang tersembunyi, maupun yang samar-samar.
Allah berfirman :
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
Artinya : “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (as-Syura: 11).
7 - Kalam
Kalam ( Maha Berbicara ) adalah Allah yang Maha berbicara tanpa menggunakan huruf dan suara, tanpa i`rab dan dan bina` dan Maha suci dari sifat-sifat kalam yang baru.
Allah berfirman :
وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيماً
Artinya : ”…Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung”. (An-Nisâ: 164).
-----------------------------------------------------------------------------
D - Sifat Ma`nawiyyah
Adalah sifat-sifat yang melazimi dari sifat Ma`ani, dengan kata lain sifat Ma`nawiyah adalah sifat yang wujud disebabkan adanya sifat Ma`ani, seperti Allah memiliki sifat kuasa, maka lazimlah Allah itu keadaannya Kuasa.
Sifat Ma`nawiyah terdiri dari tujuh sifat :
1 - Kaunuhu Qaadiran
2 - Kaunuhu Muridan
3 - Kaunuhu `Aliman
4 - Kaunuhu Hayyan
5 - kaunuhu Sami`an
6 - Kaunuhu Bashiran
7- kaunuhu Mutakalliman.
-----------------------------------------------------------------------------
sumber: facebook sifat 20

Posting Komentar untuk "Sifat Nafsiyyah, Salbiyyah, Ma`ani dan Ma`nawiyyah"

Berlangganan via Email