Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Komunikasi Non Verbal

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Komunikasi nonverbal adalah proses pertukaran informasi menggunakan tingkah laku. Anda pasti pernah memberikan semacam kode ke orang lain untuk pergi dari suatu tempat hanya menggunakan anggukan atau tatapan mata. Itu adalah contoh komunikasi non verbal.

Komunikasi nonverbal sendiri dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut ini penjelasan lebih lanjutnya :

1. Ekspresi wajah
Ekspresi wajah merupakan jenis komunikasi nonverbal yang paling umum digunakan. Bahkan, tidak jarang kita sudah mengetahui informasi yang akan disampaikan lawan bicara, bahkan  sebelum ia berbicara, hanya dengan melihat ekspresi wajahnya.

Sebagai contoh, satu senyuman atau ekspresi cemberut saja sudah dapat memberikan informasi yang cukup banyak dari lawan bicara.

2. Tatapan mata
Tatapan mata berperan besar dalam komunikasi nonverbal. Dari cara melihat, menatap, atau bahkan berkedip pun sebenarnya sudah bisa terjadi suatu penyampaian informasi.

Saat melihat seseorang yang disukai, misalnya, maka frekuensi berkedip akan meningkat dan ukuran pupil akan membesar. Sementara itu dari cara melihat seseorang, bisa diketahui perasaan seperti benci atau cinta.

Selain itu, hal-hal seperti tidak mampu mempertahankan kontak mata bisa dilihat sebagai tanda seseorang sedang berbohong. Jadi, tatapan mata sebenarnya bisa memberi tahu banyak hal tentang seseorang.

3. Gestur
Gestur merupakan salah satu jenis komunikasi nonverbal yang paling mudah dibaca. Contoh komunikasi nonverbal menggunakan gestur adalah menunjuk, melambaikan tangan, maupun memperagakan jumlah angka tertentu. Hal-hal ini tentu merupakan hal yang sangat sering kita lakukan saat berkomunikasi.

Bahkan, ini bisa menjadi penolong saat komunikasi verbal tidak bisa dilakukan. Sebagai contoh, saat kita pergi ke luar negeri dan tidak mengerti bahasa yang diucapkan oleh lawan bicara, maka kita bisa menyampaikannya dengan gestur dan informasi pun tetap dapat tersampaikan dengan baik.

4. Sentuhan
Dari sentuhan yang kita terima atau berikan ke orang lain, berbagai informasi bisa tersampaikan. Sentuhan menunjukkan keramahan, ajakan, atau bahkan tanda bahaya.

Dalam kehidupan sehari-hari contoh komunikasi nonverbal menggunakan sentuhan adalah berjabat tangan atau menepuk lengan maupun bahu.

Penampilan masuk komunikasi nonverbal
Penampilan menyampaikan banyak informasi tentang diri kita.

5. Penampilan
Cara berbusana, pilihan gaya rambut, hingga warna yang kita kenakan, juga masuk sebagai salah satu bentuk komunikasi nonverbal. Sebab ternyata, penampilan bisa menentukan reaksi, interpretasi, hingga penilaian kita terhadap orang lain. Begitu juga sebaliknya.

Anda pasti pernah diam-diam menilai orang lain dari penampilannya. Itulah alasannya, first impression adalah hal yang penting. Karena pada pertemuan pertama itulah, orang yang baru bertemu kita akan mengumpulkan informasi mengenai diri kita dari yang dilihatnya.

Meski begitu, informasi yang disampaikan dari masing-masing jenis penampilan juga akan berbeda, tergantung dari kondisi sosial dan budaya yang dianut.

6. Paralinguistik
Paralinguistik adalah aspek nonverbal dari proses bicara. Contohnya adalah nada bicara, kecepatannya, hingga volume suara kita. Aspek nonverbal inilah yang membantu memberikan konteks pada kata-kata yang diucapkan.

Aspek tersebut biasa disebut dengan paralanguage. Nada, kecepatan, hingga volume bicara termasuk di dalamnya. Aspek non-verbal ini memberikan konteks pada kata yang diucapkan.

Misalnya, volume suara yang tinggi biasanya digunakan untuk menyampaikan hal yang emosional. Lalu, volume suara yang kecil dipadukan dengan ekspresi wajah sedih akan digunakan untuk menyampaikan kabar duka.

7. Proxemik
Komunikasi nonverbal jenis ini mengacu pada jarak dan tempat saat melakukan interaksi. Jarak dan tempat interaksi dilakukan dibagi menjadi 4 zona, yaitu zona publik, sosial, personal, dan intim. Semakin jauh atau dekat jarak antara kita dengan lawan bicara, maka interaksi yang berlangsung pun akan berbeda.

Pada zona publik yang memungkinkan komunikasi dilakukan pada jarak sekitar 4 meter, interaksi yang terjadi biasanya formal dan tidak personal. Sementara itu, interaksi pada jarak kurang dari 1 meter pada zona intim biasanya hanya dilakukan dengan keluarga, teman terdekat atau pasangan.

8. Chronemics
Waktu dapat memengaruhi terjadinya komunikasi dan hal ini dimasukkan ke dalam komunikasi nonverbal jenis chronemics. Misalnya, komunikasi yang dilakukan saat pagi hari butuh perhatian lebih, agar informasi dapat disampaikan dengan baik. Sebab umumnya, kita belum sepenuhnya siap menghadapi hari.

Sebaliknya, saat kita melakukan interaksi atau komunikasi, suasana hati dan ketertarikan dapat memengaruhi kesadaran kita terhadap waktu berlangsungnya komunikasi.

Contoh komunikasi nonverbal jenis ini adalah ketika kita sedang berada dalam suatu forum yang membosankan, maka waktu akan terasa berjalan lebih lambat. Sementara itu, apabila kegiatan yang dilakukan menyenangkan, waktu akan terasa lebih cepat terlewati.

9. Artifak
Suatu benda atau objek, serta gambar juga bisa dijadikan sebagai alat untuk berkomunikasi secara nonverbal. Benda atau gambar tersebutlah yang disebut sebagai artifak.

Contoh bentuk komunikasi ini adalah saat Anda memasang foto profil atau mengunggah gambar tertentu di sosial media. Foto tersebut telah memberikan informasi kepada yang melihatnya mengenai siapa Anda dan hal-hal yang Anda sukai, misalnya.

Contoh lainnya adalah seragam. Saat seseorang menggunakan seragam polisi, tentara atau jas dokter, kita bisa dengan mudah mengetahui pekerjaan orang tersebut. Penyampaian informasi ini, juga sudah masuk sebagai suatu bentuk komunikasi nonverbal.

sumber: https://www.sehatq.com/artikel/komunikasi-non-verbal-saat-tatapan-mata-dan-gerakan-berbicara-banyak

Posting Komentar untuk "Komunikasi Non Verbal"

Berlangganan via Email