Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ilmu Tajwid

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Bismillah
Allohumma shalli ‘ala Muhammad, amma ba’du

Pengertian Ilmu Tajwid
Tajwid secara bahasa berasal dari kata jawwada, yujawwidu, tajwidan yang berarti membaguskan atau membuat jadi bagus. tajwid menurut istilah ialah ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak huruf maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf dipenuhi.
Jadi Ilmu Tajwid merupakan ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya membunyikan huruf-huruf dengan betul, baik huruf yang berdiri sendiri maupun huruf dalam rangkaian.

Hukum Ilmu Tajwid           
Hukum ilmu tajwid secara praktik adalah wajib bagi setiap mukallaf, baik bagi yang menghafal Al-Qur’an secara keseluruhan atau sebagiannya maupun bagi yang hanya ingin membacanya saja. Sedangkan hukum ilmu tajwid secara teori adalah fardhu kifayah
Sebagaimana yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala dalam Q.S. al-Muzammil: 4.         

Ruang Lingkup Ilmu Tajwid
Secara garis besar ruang lingkup ilmu tajwid ada 6
1.     Makharij al-huruf
Yaitu pembahasan mengenai tempat-tempat keluarnya huruf pada waktu huruf huruf itu dibunyikan. (lebih detail, klik disini )
2.     Sifat al-huruf
 Sifat-sifat huruf adalah karakteristik yang melekat pada suatu huruf. Setiap huruf hijaiyyah mempunyai sifat tersendiri yang bisa jadi sama atau berbeda dengan huruf lain. Sifat ini muncul setelah suatu huruf diucapkan secara tepat dari makhrajnya.
 Tujuan mempelajari sifat-sifat huruf adalah agar huruf yang keluar dari mulut semakin sesuai dengan keaslian huruf-huruf Al-Qur’an itu sendiri. Huruf yang sudah tepat makhrajnya, belum dapat dipastikan kebenarannya sehingga sesuai dengan sifat aslinya. (lebih detail, klik di sini )
3.     Ahkam al-huruf
Dalam membaca Al-Qur’an, akan dijumpai nun mati atau tanwin, begitu pula mim mati dalam setiap ayat. Penjelasan tentang hukum nun sukun atau tanwin serta mim sukun akan menjadi pokok bahasan dalam ahkam al-huruf. Di pembahasan ini lah yang akan memunculkan seperti idzhar, idgham, dan sebagainya. ()
4.     Ahkam al-mad wa al-qasr
Di dalam Al qur’an sering dijumpai 3 huruf yang disukun/mati. Yaitu alif, ya, wawu. 3 huruf itu lah yang menjadi karakter bacaan mad. Yaitu pembahasan tentang panjang pendeknya membaca suatu huruf di al qur’an. ()
5.     Ahkam al-waqf wa al-ibtida’
Masalah waqaf dan ibtida’ amat sangat penting karena seorang pembaca AlQur’an tidak mungkin menyelesaikan satu surah atau satu kisah dalam satu nafas, sedangkan mengambil nafas dalam bacaan dilarang, maka cara yang terbaik adalah dengan waqaf pada tempat yang baik dan disukai. Lalu setelah berhenti, harus memulai dari bagian mana, inilah disebut ibtida’. 

Demikian uraian singkat tentang ilmu tajwid
Rabbi zidni ‘ilma
Referensi:
  • Baharuddin, Metode Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al-Imam ‘Ashim Makassar, Tesis, 2012
  • Dea Prasmanita Rahmani, Implementasi Pembelajaran Tajwid Dan Keterampilan Membaca Al-Qur’an Dalam Materi Al-Qur’an Hadits Pada Siswa Kelas Vii Di Mts Al Manar Bener Tengaran Tahun Ajaran 2016/2017, Skripsi, 2017
Alhamdulillah
Wallohu a’lam
Banyumas, 24 September 2019 / 25 Muharram 1441 H
Ngubaidillah, M.Pd

Berlangganan via Email