Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Agar Do'a Mudah Terkabul


  Di dalam artikel ini, saya bukan untuk menggurui atau sok tau. Saya hanya ingin menyampaikan bagaimana agar do’a kita mudah terkabulkan. Dan tentunya do’a dan tata cara yang Alloh dan Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wa sallam ajarkan. Karena Alhamdulillah, saya sering sekali membuktikan bahwa doa yang diajarkan Alloh dan Rasul-Nya sangat mustajab.
Sekedar tahaduts bi ni’mah (cerita tentang nikmat Alloh) yang saya alami atau buktikan
  1. Mengikuti lomba tingkat Provinsi dan Nasional
  2. Saya bisa lulus S1 tepat waktu
  3. Bisa lolos seleksi masuk PT dan menjadi karyawan tetap, tanpa sepeser pun biaya (suap)
  4. Bisa lolos seleksi Beasiswa S2 Kementerian Agama RI (hanya 10 orang)
  5. Menikah dengan modal 2,5 juta
  6. Istri melahirkan anak laki-laki dalam keadaan normal (padahal USG sebelum lahir, kemungkinan besar harus dioperasi)
  7. Lulus S2 tercepat
  8. Lolos seleksi CPNS
  Bukan saya yang hebat, kalau kita orang lain “kita harus pintar”, justru dulu SMA ketika Try Out saya mendapat nilai terendah 1 sekolah (1,8 dari 1-10). “kita harus punya uang”, di hari pernikahan saja saya tidak memegang uang sepeserpun. “harus punya relasi,link”, penting sih, tapi saya tidak mempunyai banyak teman apalagi di birokrasi. Tapi apa yang saya punya? Yaitu Alloh. Pemilik kecerdasan, pemilik kekayaan, pemilik jaringan/relasi. Dengan mendekat dan berdoa kepada-Nya, semua yang IMPOSIBLE, menjadi I’M POSSIBLE.
  Dari hasil keajaiban yang Alloh berikan kepada saya seperti di atas, sebenarnya Alloh melalui rasulnya telah mengarahkan kepada kita, agar doa terkabulkan.

Apa yang harus dilakukan sebelum berdo’a ?

Ingatlah Allah Saat Senang dan Lapang, Allah Akan Mengingatmu di Saat Susah
  Entah tabiat atau fenomena, biasanya dari kita sangat mendekat kepada Alloh ketika dalam keadaan susah, saya pun sering seperti itu. Akan tetapi kita harus berusaha mengingat dan mendekat kepada Alloh biarpun dalam keadaan bahagia, senang, lapang dan sehat. Karena apa?
Karena Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺗَﻌَﺮَّﻑْ ﺇﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺮَّﺧَﺎﺀِ ﻳَﻌْﺮِﻓُﻚ ﻓِﻲ ﺍﻟﺸِّﺪَّﺓِ
Kenalilah (ingatlah) Allah di waktu senang pasti Allah akan mengingatmu di waktu sempit.” (HR. Tirmidzi)
Apa maksudnya mengenal atau mengingat Alloh?
  Yaitu selalu menjalankan perintahnya dan berusaha semaksimal mungkin meninggalkan apa yang dilarang. MINIMAL, tidak syirik, melaksanakan shalat 5 waktu, puasa ramadhan, zakat (yang mampu) dan haji (yang mampu). Dan meninggalkan dosa-dosa besar.

Hindari makanan dan pakaian yang Syubhat bahkan Haram
  Ini hal yang sering kita lupa sehingga berdampak pada susah terkabulnya doa. Betapa tidak kita sering lupa bahkan sengaja memakan makanan haram. Bukan hanya hasil mencuri, haram karena bekerja atau berdagang tidak jujur, menemukan uang langsung dimakan, senang berurusan dengan RIBA seperti koperasi dan Bank Konvensional dsb.
Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita,
 ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ ».
… Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?” (HR. Muslim no. 1015)
  Mari kita intropeksi dan selalu berusaha untuk berhati-hati dalam memasukan makanan dan minuman ke diri kita maupun keluarga kita, karena dampaknya sangat berbahaya.

Dibuka dengan shalawat kepada Nabi
‘Umar radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan,
إِنَّ الدُّعَاءَ مَوْقُوفٌ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ لاَ يَصْعَدُ مِنْهُ شَىْءٌ حَتَّى تُصَلِّىَ عَلَى نَبِيِّكَ -صلى الله عليه وسلم-

“Sesungguhnya doa itu diam antara langit dan bumi, tidak naik ke atas hingga engkau bershalawat kepada Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Tirmidzi, no. 486.)

Meminta bantuan doa
Orang tua kita.
Selain kita harus berbakti kepada mereka. Mintalah kepada mereka agar Alloh memberikan kita jodoh sesuai apa yang kita dan orang tua kita inginkan
dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ، لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Ada 3 doa yang mustajab, dan tidak diragukan mustajabnya, yaitu doanya orang yang didzalimi, doanya musafir, dan doa orang tua kepada anaknya. (HR. Ahmad 7510 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

Orang shalih, seperti guru dan kyai. Ust hanan attaki mengajarkan, ketika mendatangi mereka selain minta nasehat, mintalah agar didoakan

baca juga : Kapan waktu do'a mustajab


Wallohu a’lam
Sumpiuh, 11 Mei 2019
Ngubaidillah M.Pd

Berlangganan via Email