Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIPS AGAR DITERIMA KERJA SAAT INTERVIEW

Allohumma shalli ‘ala Muhammad, amma ba’du
Setelah saya membagikan cerita pengalaman saya dalam bekerja, kali ini saya ingin berbagi tips agar diterima kerja saat interview, karena Alhamdulillah selama saya mengikuti seleksi tes ujian tulis maupun wawancara selalu lolos (2x tes di PT, dan 2x lolos jadi karyawan PT), termasuk lolos CPNS 2018 (baca di sini). Juga lolos wawancara seleksi beasiswa S2 Kementrian Agama tahun 2017, padahal peserta banyak sekali dari berbagi perguruan tinggi se-Indonesia, dan hasilnya Alhamdulillah, saya peringkat terbaik. (klik di sini ).

Baik, saya akan berbagi tips
A.   Persiapan sebelum interview
  1. Jaga ibadah wajib. Yaitu shalat lima waktu dan puasa ramadhan. Sangat dianjurkan selalu jamaah di Majid bagi laki-laki, dengan istiqamah jamaah rezeki akan dipermudah
  2. Tambah ibadah Sunnah. Terutama duha dan tahajud
  3. Tingkatkan doa. Berdoa di waktu, cara dan saat yang tepat. (baca di sini)
  4. Perbanyak sedekah. Jangan lupa sedekah, biarpun ke pengemis atau anak kecil. Karena sedekah adalah kunci rezeki
B.    Ketika interview
Teknik pengelolaan gesture (gerakan badan/tubuh)
Ini sangat penting diperhatikan, karena posisi badan menggambarkan kondisi kejiwaan seseorang
  1. Tegakkan badan, jangan bungkuk
  2. Lebarkan senyuman
  3. Kaki jangan banyak gerakan, akan menunjukan kurang percaya diri
  4. Justru tangan sebaiknya digerakan saat menyampaikan jawaban
  5. Saat mendengar jawaban atau penjelasan dari orang yang mewancarai (interviewer), anggukan kepala, tapi jangan sering-sering. Untuk mengesankan kita memahami mereka
Teknik menjawab
  1. Saat interviewer selesai memberi pertanyaan, akan tetapi kita belum bisa menjawab, kita jangan terdiam. Tapi kita mengulangi pertanyaan, sambil berfikir.
  2. Jawab dengan pelan, sambil berfikir kata – kata yang harus diucapkan
  3. Suara diperkeras dan dipertegas. Jangan kecil suaranya, menunjukan orang tidak percaya diri
  4. Banyakin jawaban, biarkan interviewer yang menghentikan. Biarpun apa yang kita ucapkan muter-muter. Karena menunjukan kita mempunyai kosa kata banyak
  5. Sering – sering mengucapkan kata “terimakasih” dan “maaf”. Untuk mengesankankita menghargai interviewer
Pertanyaan yang sering muncul
  1. Perkenalkan diri Anda!
  2. Sebutkan kelebihan dan kelemahan Anda!
  3. Apa pengalaman Anda di bidang ini?
  4. Apa motivasi Anda ikut mendaftar?
  5. Apa alasan kami memilih Anda dibandingkan peserta lainya?
  6. Apa planning (rencana) ke depan Anda?
  7. Apakah Anda pemain individu atau tim.?
Jawaban yang harus diberikan
  1. Jawab dengan lancar identitas  Anda, meliputi nama, TTL, Alamat dan sebagainya
  2. Siapkan jawaban minimal 5 kelebihan dan kekurangan Anda, kelebihan ini menunjukan Anda adalah orang yang optimis, sedangkan kekurangan menunjukan Anda mudah untuk dievaluasi
  3. Kalau Anda sudah berpengalaman di bidang yang Anda daftar. Tapi kalau belum, jawab dengan jujur “ saya memang belum punya”. Kemudian ditambah dengan cerita pengalaman lain yang sedikit berkaitan dengan bidangnya.
  4. Memang motivasi bekerja adalah uang, akan tetapi pasti ada alasan lain. Sebagai contoh karena passion atau ketertarikan dengan bidang yang didaftar. Jadi itu yang diceritakan
  5. Dengan tegas, jawab kelebihan Anda dan sebut kekurangan peserta lain dengan redaksi “mereka”, bukan menyebut nama. Karena tidak boleh ghibah
  6. Buat perencanaan pribadimu jangka pendek ( 0 – 1 tahun ), jangka menengah ( 1-3 tahun), dan jangka panjang (3-15 tahun). Perencanaan ketika diterima maupun tidak. Ini menunjukan Anda adalah manusia yang visioner.  Mempunyai visi
  7. Jawab dengan senang bermain tim. Karena di perusahaan kita akan berhubungan dengan atasan, bawahan atau rekan kerja, sehingga harus bermain tim.
Yang perlu dihindari
  1. Jangan menjelek-jelekan orang atau perusahaan lain. Akan memberikan kesan, suatu saat perusahaan yang sedang kita daftar, akan dijelekan di kemudian hari
  2. Jika ditanya “apakah Anda bisa…..?” atau “apakah  Anda sanggup…..?. jangan jawab “tidak”, biarpun sebenarnya kita tidak bisa. Kalau kita bisa, jawa dengan tegas “sanggup!” kalau memang tidak sanggup jawab dengan tegas pakai kata “In Shaa Alloh sanggup”. Hal itu mengesankan keoptimisan
Setelah wawancara dan semua ujian selesai. Tinggal tawakkal kepada Alloh, dilanjutkan mengamalkan poin A di atas.
Demikian tips dari saya, Semoga Alloh memberimu pekerjaan yang menjadi ladang nafkah dan ibadah, yang hasiilnya berkah dan melimpah, sehingga menjadikan keluargamu sakinah mwadah warahmah dan menghasilkan keturunan solih dan soliha.

Wallohu a’lam
Bandung, 9 Juni 2018 / 24 Ramadhan 1439 H
Ngubaidillah., M.Pd

Berlangganan via Email