Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

SKRIPSI : KARENA ALLOH AKHIRNYA JADI

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Assalamu’alaikum sahabat fillah…
Bagaimana kabarmu? Semoga Alloh selalu menjaga kesehatan dan keimanan mu dan keluargamu

Kali ini saya ingin berbagi pengalaman saat menyusun Skripsi…, sesuai judulnya, “SKRIPSI : KARENA ALLOH AKHIRNYA JADI”.
Yah betul sekali karena pertolongan Alloh akhirnya skripsiku jadi. “loo ko bisa? Apa hubunganyya?”
Bisa sekali, bagi kamu yang sudah wisuda pasti mengalami masa-masa menegangkan ini kan?
Dan bagi kamu yang belum kuliyah atau belum menyusun skripsi, insya Alloh besok akan mengalami fase ini.

“mas,, apa sih dan bagaimana skripsi itu?”
Skripsi adalah tugas akhir di perkuliahan S1, biasanya kalau kuliah normal, skripsi itu di semester 8. Kita menyusun rangkaian skripsi, dari mulai menentukan judul, penyusunan proposal, peneltiannya, sampai ujian skripsi di hadapan beberapa penguji. Kalau SMA ada Ujian Nasional, maka kuliah S1 ada ujian skripsi yang kita susun.

“mudah atau susah sih skripsi?”
Ehmm… saya juga bingung mau jawab susah atau mudah. Kalau saya jawab mudah, ternyata banyak juga yang kesusahan dalam menyusun skripsi. Ada beberapa tantangan yang harus dilewati
1.      Susah mencari judulnya atau permasalahan yang akan diteliti
2.      Susah mencari buku yang akan dijadikan referensi
3.      Susah dosen pembimbingnya, ada beberapa tantangan yang sering dirasakan terkait dosen pembimbing
a.      Dosennya killer, galak
b.      Susah ditemui, sok sibuk atau memang bener – bener sibuk
c.     Dosennya pelit, artinya kalau belum bosan, belum tanda tangan di Proposal atau Skripsi
d. Dosennya super teliti, semua kesalahan ketahuan. Dari judul, isi, paragraph bahkan sampai tanda baca selalu ketahuan. Sehingga skripsi yang sudah disusun dicoret – coret, kita harus mengulangi.
e.  Rumahnya jauh, ada juga mahasiswa yang nekad mendatangi rumah dosen karena susah ditemui. Tapi susah lagi kalau jauh.
4.      Mengatur Perasaan
Maksudnya ketika menghadapi berbagai kendala seperti no 1, 2 dan 3, biasanya mahasiswa jadi BAPER, Bawa Perasaan alias nge-down, stress, pesimis, frustasi dll

Serba salah dan bingung, di lain sisi mahasiswa harus seleai tepat waktu agar orang tua tidak kecewa tapi di lain sisi menyusun skripsi sangat susah. Apalagi yang sudah mempunyai pekerjaan atau sudah menikah.
Kalau skripsi mudah, ternyata dengan tantangan di atas, banyak sekali mahasiswa yang kesusahan melewati skripsi, ada beberapa dampaknya
1.      Asal menyusun judul,
artinya judul atau permasalahan yang dibahas seperti skripsi pada umumnya, atau skripsi terdahulu yang diganti tempat penelitian
2.      Plagiat,
artinya skripsi yang disusun mengambil dari skripsi orang lain, hanya diganti dengan identitas sendiri
3.      Membeli Skripsi,
loo jangan salah, banyak mahasiswa yang mengambil jalan pintas dengan membeli skripsi atau menyuruh orang lain untuk mengerjakan skripsi, lalu memberikan upah yang variatif, dari 1 juta, 2 juta bahkan bisa jadi sampai 10 juta. Masya Alloh, banyak kan? Ya begitu lah, kalau seseorang sudah buntu
4.      Malas – malasan dalam bimbingan,
apalagi jika ketemu dosen pembimbing seperti di atas
5.      Sehingga, tertunda skripsi nya sampai semester 9, 10, 11 atau bahkan 14.
Lebih menyakitkan lagi melihat teman akrab nya atau teman yang secara kapasitas di bawahnya sudah selesai skripsinya
6.      Wisuda tertunda
Hal yang menyakitkan adalah ketika kita masuk kuliah bareng, belajar bareng, tapi keluarnya sendiri – sendiri. Apalagi kalau kita yang tertinggal. Saat teman – teman kelas kita bahagia foto keluarga dengan mengenakan toga, akan tetapi kita tak berdaya.
Sungguh sangat menyakitkan, apalagi semakin banyak pertanyaan orang lain yang dilemparkan ke kita “ bagaimana skripsi nya?” “kapan wisuda?” “kapan nikah”
Subhanalloh,,, so.. ayo sahabat, jangan sampai kamu merasakan, kamu ga akan kuat. Hindari itu
7.      Wisuda GAGAL 100 %
Memang gagal wisuda bukan lah akhir segalanya, apalagi banyak Pengusaha Kaya yang sukses tanpa wisuda. Tapi ini bukan buat alasan, karena kita membawa amanah orang tua yang telah membiayai kita, inginya orang tua hadir saat kita wisuda. Yang artinya kita sukseskan dulu kuliahnya. Nah… dari berbagai tantangan di atas, ketika mahasiswa gak kuat, ada juga yang akhirnya menyerah, dia tidak melanjutkan skripsinya atau kena DO dari kampus karena sudah mencapai semester maksimal, na’udzubillah min dzalik

Sahabat, itu lah tentang skripsi yang saya tahu. Susah atau mudah?
Kamu jawab sendiri deh, tapi kalau bagi saya SUSAH TAPI MUDAH
Looo kok bisa?
Ya karena “PERTOLONGAN ALLOH”
Buktinya
1.      skripsi saya adalah skripsi tema terbaru di kampus saya, belum ada satu pun skripsi yang membahas tema yang saya ambil
2.      sehingga saya harus mencari referensi ke kampus lain, dan Bahasa asing
3.      hasil ujian skripsi saya bernilai CUM LAUDE
4.      setelah itu, skripsi saya dijadikan sebagai rujukan oleh mahasiswa S2 (Pascasarjana) yang sedang menyusun tesis, dan mahasiswa S2 tersebut meminta bantuan saya
5.   setelah saya selesai skripsi tepat waktu, saya bisa membantu teman – teman yang membutuhkan

“lo kok bisa seperti itu mas? Keren banget…”
            ya begitu lah, bukan saya yang hebat, tapi Alloh yang memudahkan. Saya pun mengalami kesusahan, kesedihan, bahkan sampai saya ingin menangis karena BAPER SKRIPSI. Sampai – sampai, saya pernah menulis tentang protes “kenapa harus ada skripsi”, dan saya hampir menyerah.  Bagaimana tidak?
1.  Tema skripsi saya belum pernah ada satu pun yang membahas di kampus saya, sehingga buku yang dijadikan referensi sangat jarang di kampus saya
2.      Sehingga saya harus mendatangi kampus di luar Kabupaten
3.      Dosen Pembimbing saya adalah dosen yang paling ditakuti, dia tegas, sangat teliti.
Sampai ada mahasiswi yang menangis. Karena itu, dosen itu menjadi bahan ghibah oleh mahasiswa – mahasiswa, astaghfirullah, dll

Tapi kesusahan saya tidak saya atasi sendiri. Karena saya ga akan kuat, maka saya libatin Alloh.
Bagaimana cara nya? Nah ini yang saya lakukan, silahkan diambil baiknya
1.      jaga shalat lima waktu
terutama berjamaah di masjid. Apakah kamu tahu, orang yang shalat jamaah akan didoakan malaikat agar mendapatkan rahmat Alloh yang bisa jadi kemudahan dan keberkahan dalam menyusun skripsi. Ini dalil nya :
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda yang artinya :
“Shalat seseorang dengan berjama’ah dilipatgandakan daripada shalatnya di rumah dan di pasarnya dua puluh lima kali lipat. Dan hal itu apabila ia berwudhu lalu memperbagus wudhunya kemudian keluar ke masjid dengan tujuan hanya untuk shalat. Tiap ia melangkah satu langkah maka diangkatkan baginya satu derajat dan dihapuskan satu dosanya. Lalu apabila ia shalat, para malaikat akan terus mendo’akannya selama ia berada di tempat shalatnya, selama ia tidak berhadats. Malaikat akan mendoakan, “Ya Allah, sejahterakanlah ia. Ya Allah, rahmatilah dia.” Dan ia dianggap terus menerus shalat selama ia menunggu shalat.” (HR. Bukhari, no. 647 dan Muslim, no. 649).
Terutama shalat subuh, ini yang paling berat dan paling mulia.
2.      tambah shalat sunnah
apa saja shalat nya? Ya banyak sekali shalat sunnah nya, seperti rawatib, istikharah, tapi paling tidak minimal dua sunnah. Yaitu Tahajud dan Duha.
Saya pernah diwasiati oleh guru saya di pesantren, Jagalah Tahajud dan Duha, Tahajud untuk mendapat derajat dan pangkat di hadapan Alloh. Sedangkan Duha untuk mendapat keberkahan dan kelimpahan rezeki.
Betul sekali, ketika saya menyusun skripsi, saya berusaha untuk merutinkan 2 ini, bahkan hampir setiap mau menemui dosen untuk bimbingan, saya Shalat Duha dulu. Janji Alloh sesuai sabda Rasulullah itu pasti.
Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda yang artinya :
“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.”[ HR. Muslim dalam kitab Shalaatul Musaafiriin, bab Fil Laili Saa’tun Mustajaabun fii had Du’aa’, (hadits no. 757).
3.      Bawa lah skripsi ke dalam Do’a
Terutama do’a setelah shalat 5 waktu dan tahajud. Selain itu juga, ada juga waktu lain, selengkapnya baca di sini
4.  Minta lah untuk didoakan, terutama kepada orang tua, anak yatim, orang shalih seperti ustadz, kyai juga teman – teman.
Dalil nya
Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  bersabda,
Ada 3 doa yang mustajab, dan tidak diragukan mustajabnya, yaitu doanya orang yang didzalimi, doanya musafir, dan doa orang tua kepada anaknya. (HR. Ahmad 7510 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).
5.     Bersedekah
Karena Alloh menjanjikan kebahagiaan, insya Alloh termasuk keberhasilan dalam skripsi, dalil nya Surat Ali Imran: 92
 “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”
6.  Tuliskan target, kapan skripsi mu mau selesai. Jangan takut gagal, sebagai contoh bulan depan. Lalu berdoalah agar Alloh mewujudkan
7.  Berkumpullah dengan teman – teman yang “semangat skripsi”. Untuk sementara jangan sering – sering berkumpul dengan teman yang suka menunda skripsi, karena akan berpengaruh.
8.  berdoalah agar ibadah semua di atas tetap istiqomah biarpun skripsi telah usai

Alhamdulillah, insya Alloh dengan seperti itu skripsi kita tidak hanya berhasil di dunia, tapi Insya Alloh berhasil di akhirat kelak.
Baik, sekian kisah dan tips dari saya, silahkan ambil baiknya. Saya mohon doanya, jika saya telah tiada saat kamu baca ini, mohon kan untuk saya ampunan pada Alloh.
Wallohu a’lam
Ngubaidillah.,M.Pd
Bandung, 28 Juni 2018

Berlangganan via Email