Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Al Qur an dan Ulumul Qur’an

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Memaknai Ulumul Quran
            Istilah Ulumul Quran berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata ulum dan Al-Quran. Kata ulum merupakan bentuk jamak dari kata ilmu.
Adapun Al-Quran secara bahasa diambil dari kata: قر ا يقرا قراة وقرانا yang berarti sesuatu yang dibaca. Arti ini mempunyai makna anjuran kepada umat Islam untuk membaca Alquran. Alquran juga bentuk mashdar dari القراة yang berarti menghimpun dan mengumpulkan. Dikatakan demikian sebab seolah-olah Alquran menghimpun beberapa huruf, kata, dan kalimat secara tertib sehingga tersusun rapi dan benar.
Alquran mempunyai arti menumpulkan dan menghimpun qira’ah berarti menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lain dalam suatu ucapan yang tersusun rapih. Quran pada mulanya seperti qira’ah, yaitu mashdar dari kata qara’a, qira’atan, qur’anan.
Menurut istilah Al qur an yaitu “Kalam Allah yang diturunkan kapada Nabi-Nya, Muhammad SAW yang lafadzh-lafazhnya mengandung mukjizat, membacanya mengandung nilai ibadah, diturunkan secara mutawatir dan ditulis pada mushaf, mulai dari awal surat Al-fatihah sampai akhir surat An-Naas”.
            Ulumul Quran adalah sejumlah pembahasan yang berkaitan dengan al-Quran, dan pembahasan itu menyangkut materi-materi yang selanjutnya menjadi
pokok-pokok bahasan Ulumul Quran.

Materi Pokok Ulumul Quran
Materi kajian yang menurut Hasbi Ash-Shiddiqy pokokpokok bahasan Ulumul Quran terdiri atas enam macam pembahasan yakni:
1.     Pembahasan turunnya al-Quran (nuzul al-Quran)
Persoalan ini menyangkut tiga hal :
a. Waktu dan tempat turunnya al-Quran (auqat nuzul wa mawathin al-nuzul)
b. Sebab-sebab turunnya al-Quran (asbab al-nuzul)
c. Sejarah turunya al-Quran (tarikh al-nuzul)

2.     Pembahasan sanad (rangkaian para periwayat) Persoalan ini menyangkut enam hal 
a.       Riwayat mutawatir
b.      Riwayat ahad
c.       Riwayat syadz
d.      Macam-macam qira’at nabi
e.       Para perawi dan penghapal al-Quran
f.        Cara-cara penyebaran riwayat (tahammul)

3.   Pembahasan qira’at (cara pembacaan al-Quran) Persoalan ini menyangkut hal-hal berikut ini :
a.       Cara berhenti (waqaf)
b.      Cara memulai (ibtida’)
c.       Imalah
d.      Bacaan yang diperpanjang (mad)
e.       Bacaan hamzah yang diringankan
f.        Bunyi huruf yang sukun dimasukkan pada bunyi sesudahnya (idgham)

4.     Pembahasan kata-kata al-Quran Persoalan ini menyangkut beberapa hal berikut ini :
a.       Kata-kata al Quran yang asing (gharib)
b.      Kata-kata al-Quran yang beubah-ubah harakat akhirnya (mu’rab)
c.       Kata-kata al-Quran yang mempunyai makna serupa (homonim)
d.      Padanan kata-kata al-Quran (sinonim)
e.       Isti’arah, dan
f.        Penyerupaan (tasybih)

5.   Pembahasan makna-makna al-Quran yang berkaitan dengan hukum Persoalan ini menyangkut hal-hal berikut :
a.       Makna umum (‘am) yang tetap keumumannya
b.      Makna umum (‘am) yang dimaksudkan makna khusus
c.       Makna umum (‘am) yang maknanya dikhususkan sunah
d.      Nash
e.       Makna lahir
f.        Makna global (mujmal)
g.      Makan yang diperinci (mufashshal)
h.      Makna yang ditunjukkan oleh konteks pembicaraan (manthuq)
i.        Makna yang dapat dipahami dari konteks pembicaraan (mafhum)
j.         Nash yang petunjuknya tidak melahirkan keraguan (muhkam)
k. Nash yagn musykil ditafsirkan karena terdapat kesamaran didalamnya (mutasyabih)
l.       Nash yang maknanya tersembunyi karena suatu sebab yan terdapat pada kata itu sendiri (musykil)
m.    Ayat-ayat yang “menghapus” dan yang “dihapus” (nasikh-mansukh)
n.      Ayat-ayat yang didahulukan (muqaddam)
o.      Ayat yang diakhirkan (mu’akhkhar)

6.      Pembahasan makna al-Quran yang terkait dengan kata-kata al-Quran Persoalan ini menyangkut hal-hal berikut ini :
a.       Berpisah (fashl)
b.      Bersambung (washl)
c.       Uraian singkat (i’jaz)
d.      Uraian panjang ( ithnab)
e.       Uraian seimbang (musawah)
f.        Pendek (qashr)

Cabang Kajian Ulumul Quran
Diantara cabang-cabang yang dibahas dalam Ulumul Quran masih menurut Ash-Shiddiqy adalah sebagai berikut :
1.       Ilmu Adab Tilawat al-Quran,
yaitu ilmu-ilmu yang menerangkan aturan pembacaan al-Quran.
2.       Ilmu Tajwid,
yaitu ilmu yang menerangkan cara membaca al-Quran, tempat memulai, atau tempat berhenti (waqaf).
3.       Ilmu Mawathin al-Nuzul,
yaitu ilmu yang menerangkan tempat, musim, awal dan akhir turunnya ayat.
4.       Ilmu Tawarikh al-Nuzul,
yaitu ilmu yang menjelaskan dan menerangkan masa dan urutan turunnya ayat, satu demi satu dari awal hingga yang terakhir turun.
5.       Ilmu Asbab al-Nuzul,
yaitu ilmu yang menerangkan sebab-sebab turunnya ayat.
7.      Ilmu Qira’at,
yaitu ilmu yang menerangkan ragam qira’at (pembacaan al-Quran) yang telah diterima Rasulullah SAW. Apabila dikumpulkan,
qira’at ini teridiri atas sepuluh macam, ada yang shahih dan ada pula yang tidak shahih.
8.      Ilmu Gharib al-Quran,
yaitu ilmu konvensional, atau tidak terdapat dalam percakapan sehari-hari. Ilmu ini menerangkan kata-kata yang halus, tinggi dan pelik.
9.      Ilmu I’rab al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan harakat al-Quran dan kedudukan sebuah kata dalam kalimat.
10.  Ilmu wujuh wa al-Nazha’ir,
yaitu ilmu yang menerangkan kata-kata al-Quran yang mempunyai makna lebih dari satu.
11.  Ilmu Ma’rifat al-Muhkam wa al-Mutasyabih,
yaitu ilmu yang menerangkan ayat-ayat yang dipandang muhkam dan yang dipandang mutasyabih.
12.  Ilmu Nasikh wa al-Mansukh,
yaitu ilmu yang menerangkan ayatayat yang nasikh dan ayat-ayat yang mansukh oleh sebagian mufassir.
13.  Ilmu Badai’u al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan keindahan susunan bahasa al-Quran.
14.  Ilmu I’jaz al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan segi-segi kekuatan al-Quran sehingga dipandang sebagai suatu mukjizat dan dapat melemahkan penantang-penantangnya.
15.  Ilmu Tanasub Ayat al-Quran,
yaitu ilmu menerangkan persesuaian antara suatu ayat dengan ayat sebelumnya dan sesudahnya.
16.  Ilmu Aqsam al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan arti dan maksud sumpah Allah yang terdapat didalam al-Quran.
17.  Ilmu Amtsal al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan perumpamaan al-Quran, yakni menerangkan ayat-ayat perumpamaan yang dikemukakan al-Quran.
18.  Ilmu Jadal al-Quran,
yaitu ilmu yang menerangkan berbagai perdebatan yang telah dihadapkan al-Quran kepada segenap kaum musyrikin dan kelompok lainnya.

              Demikian penjelasan singkat mengenai ulumul qur an, semoga Alloh menjadikan kita dan keluarga kita sebagi ahlul qur’an, yang akan mendapatkan syafaatnya di akhirat kelak.
Wallohu a’lam
Ngubaidillah.,M.Pd
Bandung, 23 Juni 2018
Referensi :
Anshori, (2013). Ulumul Quran, Jakarta: Rajawali Press
Manna Khalil Al-Qattan, (2015). Studi Ilmu-Ilmu Qur’an, Bogor: Pustaka Litera Antar Nusa
Syamsu Nahar,(2015). Studi Ulumul Quran, Medan : Perdana Publishing

Berlangganan via Email