Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

TIPS SUKSES KULIAH KERJA NYATA (KKN)



Asslamu’alaykum ?
Bismillah
Allohumma shalli ‘ala Muhammad

Halo sahabat…
Kamu tau Kuliah Kerja Nyata (KKN) ? yang sudah semester 8, pasti sudah mengalami. Kalau yang semester di bawah 7, tunggu saja. Yang belum kuliah, ayo buruan daftar. Karena KKN itu masa paling indah saat saya kuliah. Memang si, terkadang ada kampus yang menggunakan istilah bukan KKN, tapi KKL, PPM,

PKM dan sebagainya. Semua intinya sama, yaitu mengabdikan diri ke masyarakat.
Oke langsung saja… saya berbagi Tips dulu baru kemudian Kisahku

Tips Sukses Kuliah Kerja Nyata ( KKN )
1.     Libatkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala
Looh, apa hubunganya sama Allah?, jangan salah sahabat. Ketika di setiap aktifitas kita melibatkan Allah. Selain Allah akan menilai sebagai ibadah dari aktifitas kita, Allah pula lah yang akan menolong kita, jika suatu saat kita mengalami kesulitan. Bahkan Allah lah yang akan menuntun kita. Apalagi bagi seorang ketua kelompok, penting banget ini. Kamu tidak hanya mengkoordinir anggota kelompok. Tapi kamu akan bersinggungan dengan masyarakat luas secara langsung.

2.     “Tidak usah memilih tempat, kamu gak akan kuat” biarkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang menempatkan
Biasanya ada kampus yang memberi kesempatan pada mahasiswanya untuk memilih sendiri tempat yang akan digunakan sebagai praktik KKN. Dan biasanya mahasiswa memilih yang tidak jauh dari kota, infrastruktur  lengkap, akses air dan listrik mudah, dan sebagainya. Itu semua analisa pikiran kita sebagai manusia. Biarkan Allah yang memilihkan kita, maksudnya biarkan kampus yang membagi, tapi kita jangan lupa berdoa, agar Allah mengaruniakan tempat yang berkah, yaitu mudah menjalankan ibadah dan berdakwah, sehingga KKN menjadi cerita terindah.

3.     Tidak usah terlalu banyak program
Memang kita perlu merancang program dan menawarkan kepada desa setempat, akan tetapi kita jangan berfikir bahwa program adalah satu-satunya  cara untuk mensukseskan KKN. Karena semakin banyak program, justru akan membuat anggaran semakin membengkak, sehingga kita akan terbebani. Selain itu, program yang banyak akan menunutut kita untuk banyak bergerak, sehingga mengakibatkan akal dan tenaga kita habis untuk mengurusi acara seremonial.
Jadi menurut saya, program yang wajar saja. Tidak harus banyak, tidak harus mahal, tidak harus meriah abnget dengan mengundang seluruh kecamatan bahkan kabupaten. Program yang wajar akan tetapi mempunyai ; pertama, efektifitas social, yaitu betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat. Karena terkadang mahasiswa yang mempunyai lifestyle tinggi, kurang terlalu paham dengan kebutuhan masyarakat desa yang cenderung life style nya rendah.
Kedua, efektifitas finansial, yaitu dengan modal biaya sekecil – kecilnya, tapi dengan hasil sebagus-bagusnya. Apakah mustahil? Tidak, makanya mindset kita dirubah, jangan mengaggap hasil yang bagus hanya dengan biaya yang tinggi. Kembali lagi, kita sebagai mahasiswa dihadapkan dengan masyarakat desa yang tidak macam – macam tuntutanya, sehingga kita harus menganalisa kebutuhan masyarakat. Kita jangan sampai “sok” merasa lebih tau daripada masyarakat itu sendiri.
Ketiga, efektifitas waktu. Yaitu jangan bikin program yang menguras waktu kita. Tidak masalah jika program yang kita buat durasi nya hanya satu hari. Sedangkan selama KKN mungkin hanya 5 program. Tidak masalah, yang penting kita membangun kedekatan dengan masyarakat dan pemerintahan desa “di luar” program. Dengan seperti itu, waktu kita akan efektif, dan tenaga kita tidak banyak yang terkuras.

4.     Membangun kedekatan dengan Masyarakat
Ini lah yang terpenting dalam KKN. Dimana KKN tujuanya adalah mengabdi ke masyarakat, sehingga indikator keberhasilan KKN dilihat dari tingkat kepuasan masyarakat terhadap kelompok KKN kita. Maka dari itu, kita seolah menjadi penjual yang harus menganalisa kebutuhan konsumen, agar kita bisa menawarkan sesuatu yang sesuai kebutuhannya, sehingga akan terjadi kepuasan konsumen (customer satisfaction).
Sebagai contoh, sebelum kita membuat program, kita harus melakukan survey ke desa tempat kita KKN. Dan kita menanyakan ke warga langsung, “mereka butuh apa”, tau kalau tidak, jika kita sudah punya program, sebelum diresmikan, lakukan verifikasi dulu ke masyarakat, tanyakan “bagaimana pendapat anda tentang program kami”. Jadi dengan seperti itu, kita sebagai mahasiswa menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kita juga bisa menjalin kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi “diluar” program. Yaitu kita harus ramah dengan masyarakat dimanapun. Di jalan, di sekolah atau bahkan kita harus meluangkan waktu untuk mengunjungi rumah warga biasa atau yang mempunyai kekuranagn atau yang sedang sakit. Apalagi dengan membawa oleh – oleh, hal itu akan membuat masyarakat sangat bangga, karena merasa dispesialkan.

5.     Jalin komunikasi yang intens dengan pemerintahan desa.
Dari ribuan warga yang akan menjadi tempat kita menngabdi, ada yang paling berpengaruh, yaitu pemerintahan desa. Dan dari pemerintahan desa, ada yang paling berpengaruh, yaitu kepala desa. Jadi, kita harus membangun komunikasi dengan kepala desa secara intens. Bagaimana caranya agar salah satu dari kelompok kita, atau bahkan semua dari anggota kelompok kita bisa menjalin  hubungan akrab dengan kepala desa. Kenapa? Karena pertama, kepala desa lah yang nantinya akan menilai kinerja KKN kita. Kalau kepala desa sudah akrab dengan kita, otomatis kepala desa akan memberikan nilai terbaik untuk kelompok kita. Kedua, kita akan mendapatkan dukungan dan bimbingan dalam menjalankan setiap program. Entah itu berupa dukungan pikiran,  kebijakan bahkan dukungan keuangan.
Selain itu, juga harus membangun komunikasi dengan pemerintahan desa yang lain. Seperti KASI/KAUR, Bendahara, sekretaris dan lain sebagainya. Atau kalau tidak, dibuat distribusi job. Siapa yang bertugas membangun komunikasi dengan kepala desa, KAUR, dan sebagainya. Bahkan kalau perlu, basecamp kelompok kita bergabung dengan rumahnya warga atau kepala desa. Agar terjadi kedekatan yang berkualitas.

6.     Jangan pernah tinggalkan Shalat
Terakhir, diantara kesibukan dan keasyikan KKN, hindari maksiyat. Terutama halwat yaitu berduan dengan wanita bukan mahram nya. Apalagi sampai berzina, na’udzubillah. Dan jangan sampai satu kali pun meninggalkan shalat. Karena jerih payah kita tidak akan dinilai ibadah, bahkan menjadi maksiyat, jika karena KKN kita meninggalkan shalat. Jaga shalat, kalau bisa berjama’ah. Karena tujuan awal kita KKN adalah mencari ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala  memberikan kesuksesan KKN buat kalian, sehingga sukses juga di akhirat. Aamiin

Wallohu a’lam
Bandung, 31 Mei 2018
Prof. Dr. Ngubaidillah.,M.Pd


Berlangganan via Email